Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
Kisruh Sosial



Pengkondisian
Bagi Terjadinya Kekerasan / Kerusuhan.


Pengkondisian kerusuhan ini dilakukan bertujuan untuk memanfaatan emosi massif masyarakat yang akan diarahkan kepada pembunuhan pejabat-pejabat pemerintahan yang selama ini korup. Selain itu juga kepada Cina tentunya karena Cina adalah saingan bisnis Yahudi. Kapitalisme Yahudi membutuhkan hal ini untuk mengurangi korupsi dan saingan bagi bisnis mereka nantinya. Beberapa pengkondisian tersebut antara lain :
1. Beberapa acara di televisi yang menampilkan beberapa suasana kekerasan yang terjadi di sekitar kita. Bahkan hal-hal kecil-pun ditampilkan, seolah ingin memperlihatkan kesigapan polisi, meski sebenarnya terkadang plisi tampak berlebihan. Beberapa acara tersebut adalah Patroli, Fakta, Buru Sergap (Buser), Sergap, Sidik Jari, Jejak Langkah, TKP, Derap Hukum dan Cakrawala. Alam bawah sadar masyarakat dikondisikan dengan kejadian-kejadian kekerasan terus-menerus. Main judi Rp 500,- kelas tukang becak mesti digiring ke kantor polisi. Curi ayam saja berujung kepada kematian. Masyarakat memang dikondisikan agar menjadi terbiasa dengan kekerasan. Potensi ini akan dimanfaatkan untuk Darurat Militer tahun 2004 nanti.

2. Acara kekerasan / kriminalitas yang di putar dalam betuk sinetron dalam program CICS (Cinema Indonesia Crime Strory) yang mulai ditayakangkan pada 1 Juni di Lativi. Masyarakat memang dikondisikan agar menjadi terbiasa dengan kekerasan. Potensi ini akan dimanfaatkan untuk Darurat Militer tahun 2004 nanti

3. Kasus kepulangan TKI di Nunukan, Entikong, Batam, Tanjung Pinang, Bengkalis, Belawan dan Dumai yang menimpa ratusan ribu pekerja Indonesia yang "diusir" dari Malaysia pada awal Agustus 2002. Sampai saat ini penaganannya masih belum tuntas diselesaikan. Pengangguran di dalam negeri meningkat tajam setelah kedatangan pekerja yang terusir dari negeri jiran ini. Media memang tidak meliput kembali perkembangan nasib para TKI kita tersebut secara jelas.. Namun melihat performa pemerintahan selama ini, tampaknya sulit untuk mengatakan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan dengan baik. Penderitaan hidup yang terus menerus karena pengangguran yang dialami mereka ini sangat berpotensi kepada stress tingkat tinggi. Hal ini sangat dekat kepada kriminalitas.

4. Hengkangnya perusahaan Nike, Reebok dan Sony ke Vietnam yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran pada akhir Maret 2003.

5. Banjir akibat perubahan musim di Jakarta, Solok (Sumbar), Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Perubahan iklim sampai batas tertentu adalah determinant. Dengan kata lain, perubahan musim dan dampak yang akan terjadi telah dapat diperkirakan sebelumnya. Namun untuk Indonesia, hal ini sulit untuk di-identifikasi, tidak demikian halnya dengan AS karena satelit mereka telah mampu memperkirakan hal tersebut. Dengan banjir yang melanda banyak daerah di Indonesia, serta dampak banjir berupa penderitaan rakyat sangat potensial untuk diarahkan kepada kriminalitas rakyat. Rakyat dapat menjadi menjadi Anarkis.

6. Gagal penen petani sehingga mengakibatkan produksi pertanian menurun, hutang melilit. Kondisi sulit ini juga akan mudah mengarahkan mereka kepada kriminalitas.

7. Tingginya tingkat pengangguran tahun 2003 Indonesia. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 3 %, maka pengangguran di tahun 2003 akan mencapai 43,6 juta jiwa. Mereka ini akan menjadi beban sosial yang dapat membawa kerawanan dan kriminalitas bahkan kerusuhan sosial.

8. Pengungsi Aceh akibat perang TNI-GAM. Akan sangat banyak pengungsi dari Aceh akibat konflik TNI-GAM ini bertumpuk-tumpuk terutama di daerah Sumatera Utara. Keterlantaran mereka ini nantinya berpotensi menghasilkan ketegangan sosial antar mereka dan juga dengan penduduk di sekitar tempat penampungan pengungsi. Potensi konflik ini rawab terhadap provokasi untuk kriminalitas dan kerusuhan.


Semua
bentuk kemiskinan dan kesulitan ini dan banyak lagi di daerah lainnya bertujuan untuk membuat keresahan sosial di masyarakat. Masyarakat miskin akan sangat rentan terhadap stress. Kemudian tampilnya wajah kekerasan setiap hari di ruang keluarga melalui TV akan mengkondisikan alam bawah sadar masyarakat juga. Masyarakat akan terbiasa dengan kekerasan. Stress sosial dan wajah kekerasan melalui provokasi media TV ini-lah nantinya yang akan dipadukan dan diolah sedemikian rupa (oleh provokasi intel AS dan militer) untuk membuat kerusuhan di masyarakat. Kerusuhan yang mereka persiapkan akan lebih dahsyat daripada kerusuhan Mei '98. Mungkin film "Gangs of New York" dapat mewakili kondisi rusuh Indonesia nantinya ketika berada dalam Darurat Militer tahun 2004. RUU KCPN (Komponen Cadangan Pertahanan Negara) akan menjadi alat untuk mengarahkan masyarakat yang stress ini nantinya.

kembali ke halaman utama

© 2002-2003
Presidium Mahasiswa & Pemuda Indonesia