Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
Soeharto Jatuh

Soeharto Jatuh

Penggulingan Soeharto bukan Keberhasilan Mahasiswa '98
Sebagian besar dari rakyat Indonesia masih meyakini bahwa Soeharto digulingkan karena keberhasilan gerakan mahasiswa. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang meyakini demikian. Namun itu semua adalah tidak benar. Penggulingan Soeharto (dan Otda) adalah skenario Yahudi melalui AS. Gerakan mahasiswa '98 hanyalah peralatan saja dari berjalannya desain kepentingan Yahudi di Indonesia tersebut. Jika penjatuhan tersebut adalah skenario mahasiswa '98, tentunya mahasiswa tersebut matang dalam mengiringi proses kejatuhan dan pasca-kejatuhan tersebut hingga hari ini. Dengan kata lain, mestinya mahasiswa memiliki grand design yang tetap dijalankan sampai hari ini. Nyatanya tidak. Ide mahasiswa berubah-ubah.
Satu hal yang paling menyedihkan adalah ketika itu mahasiswa dengan lantang-nya mengangkat ide Otonomi Daerah agar dilaksanakan.

Kepentingan Perang Bisnis AS vs Cina di Belakang itu

Dari sisi bisnis, kepentingan penggulingan Soeharto adalah menyingkirkan juga kelompok bisnis yang terbangun bersama dengan Soeharto.
Dulu Soeharto memang dinaikkan oleh AS (melalui bantuan CIA), dengan menggulingkan Soekarno (dan menghancurkan Komunisme sebagai lawannya Kapitalisme) agar memudahkan kapitalisme masuk Indonesia. Namun kemudian ketika kepentingan bisnis AS menjadi terganggu oleh perilaku Soeharto dan orang-orang sekitarnya maka Soeharto-pun mestilah digulingkan.
Beberapa tahun sebelum kejatuhan Soeharto, perilaku bisnis Soeharto memang sangat mengganggu Kapitalis AS. Soeharto mulai tidak profesional. Ia melalui ide Trickle Down Effect-nya lebih banyak memberikan kemudahan (previlage) bagi kelompok bisnis Cina di Indonesia semaca Bob Hasan, Lim Soe Liong, Ciputra, Edy Tansil dll. Bahkan belakangan ia juga melibatkan keluarganya dalam permainan bisnis ini. Hal ini sudah menjadi rahasia umum. Dengan semakin melebarnya jangkauan bisnis Cina dan keluarga Cendana ini, tentunya membuat kepentingan bisnis AS menjadi terganggu. Untuk menyingkirkan saingan bisnis itulah maka Soeharto mesti dijatuhkan.

Bukti Lainnya

Tidak lama setelah jatuhnya Soeharto beberapa kelompok bisnis Cina maupun Keluarga Cendana mulai dimasukkan ke pengadilan bahkan penjara seperti Bob Hasan, Edy Tansil, Prajogo Pangesto, Tommy Soeharto. Terakhir belakangan ini Probosutedjo juga akan mengalami hal yang sama.
Selain itu provokasi anti Cina sengaja ditiupkan oleh provokator (agen intelijen AS) sehingga kerusuhan Mei '98 (yang oleh Prabowo dikatakan sebagai hal yang terorganisir) terjadi dengan anti-Cina terjadi di Jakarta, Medan dll. Banyak Cina di Indonesia yang menjadi korban pejarahan, pemerkosaan, pembakaran bahkan pembunuhan.

kembali ke halaman utama

© 2002-2003
Presidium Mahasiswa & Pemuda Indonesia