Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
Masa Kejatuhan Mg-Hmzh

Masa Kejatuhan Mega-Hamzah

Pada masa kejatuhan ini :
- Masyarakat dan sebahagian mahasiswa akan merasa senang karena berpikir dengan jatuhnya MG-HMZ akan memperbaiki keadaan. Padahal tidak demikian, justru akan semakin buruk
- Mahasiswa lugu akan merasa sebagai pahlawan penyelamat bangsa. Padahal sebenarnya mereka hanya dijadikan peralatan Yahudi (melalui sipil-militer) untuk memuluskan masuknya militer menuju puncak kekuasaan.
-Selain itu sikap Pemerintah RI (yang disetir TNI) yang menjadi sangat otoriter terhadap pers dalam negeri maupun pers asing (serta organisasi kemanusiaan asing) akan menyebabkan Pemerintah RI tersebut menjadi semakin tidak mendapatkan simpati internasional. Sikap tidak simpati ini nantinya akan bergeser menjadi mengkritik bahkan mengecam. Desain asing melalui militer Indonesia memang demikian berjalannya. TNI juga ingin menggulinggkan Mega nantinya.
- Intervensi Internasional akan mendukung Penggulingan Mega-Hamzah dan Pembubaran DPR/DPR karena dianggap bertanggung jawab terhadap kejahatan HAM di Aceh. Ketidakmenentuan politik akibat intervensi asing yang tiba-tiba ini serta sisa ketegangan di Aceh membuat keamanan masih menjadi prioritas pada pasca kejatuhan Mega dan Pembubaran Parlemen ini. Hal ini membuat menjadi rasional untuk militer duduk di dalam Presidium.
- Presidium Nasional / Pemerintahan Transisi / Pemerintahan Peralihan akan menggantikan Pemerintahan Mega Hamzah dan DPR/MPR. Isi Presidium dapat dilihat dari beberapa capres yang muncul belakangan ini.
- Menjadi pembuka jalan bagi militer untuk berkuasa. Militer akan menempatkan beberapa orangnya di Presidium untuk mengontrol sipil-sipil di sana. Militer masih akan tampil di belakang layar.

Selanjutnya silahkan lihat Masa Darurat Sipil pada Presidium Nasional.

Mahasiswa dan pemuda jika tidak segera merubah peran dari peralatan (objek) menjadi peran penentu (subjek), maka jangan harapkan dalam 2 tahun di depannya untuk dapat melakukan aksi-aksi mengkritik negara. Karena nantinya setelah militer dapat berkuasa secara formal di Indonesia, mereka akan melakukan pembersihan dengan tidak pandang bulu. Siapapun akan dibunuhnya karena mengganggu agenda militer yang ditetapkan Kapitalis Yahudi kepada mereka.
Masa paling menentukan bagi mahasiswa dan pemuda adalah masa sesaat sebelum kejatuhan Mega-Hamzah ini. Jika gagal pada masa ini, lebih baik mahasiswa diam saja nantinya, kecuali ingin bunuh diri.

kembali ke halaman utama

© 2002-2003
Presidium Mahasiswa & Pemuda Indonesia