|
Internasional
:
(Tata Dunia Baru-nya Yahudi Vs Islam dan Bisnis Cina )
Protocol of Zion dan Globalisasi
Dalam memandang hal-hal yang terjadi dalam dunia internasional,
terutama dalam kaitan politik-bisnis-keamanan tingkat dunia, kita
mesti menghitung faktor Yahudi di dalamnya. Meskipun seringkali
dalam tataran empiris akan sangat sulit untuk mengindentifikasi
kegiatan mereka, namun demikian tetap saja peran signifikan mereka
dengan semua rancangan Protocol
of Zion yang mereka canangkan puluhan tahun yang lalu masih
tetap pantas untuk dijadikan rujukan.
Dalam bukunya ZA
Maulani tentang Zionisme cukup gamblang digambarkan beberapa
hal yang berkaitan dengan sejarah dan pergerakan Zionisme Internasional.
Sejak awal Zionisme (lewat Protocol of Zion pertama) sudah
mencanangkan keinginan untuk menyatukan dunia dalam satu pemerintahan.
Pemerintahan yang mereka maksud disini bukanlah pemerintahan yang
kaku semacam satu negara yang mengatur seluruh dunia, namun merupakan
pengaturan yang secara tidak sadar (hegemoni) namun diikuti oleh
semua orang. Karena keinginan menyatukan dunia dalam satu "pemerintahan"
inilah dikeluarkan kebijakan maupun isu pendukung seperti globalisasi,
neo-liberalisme,
HAM maupun Demokrasi.
Tujuan Menghalalkan Cara dalam Yahudi
Dalam menjalankan rencana yang mereka canangkan itu, Yahudi akan
menghalalkan berbagai cara. Segalanya bagi mereka adalah peralatan.
Tidak ada yang tetap bagi mereka selain tercapainya cita-cita mereka
tersebut. Kalau ingin dikatakan sebagai Machiavelis dimana tujuan
menghalalkan cara, tidak salah juga.
Dalam menjalankan mimpinya itu, Yahudi memperalat berbagai hal.
Mereka memperalat negara, lembaga keuangan, lembaga militer sampai
kepada lembaga siaran media massa bahkan agama.. Sebagai contoh,
Pemerintah AS, IMF, Bank Dunia, Federal
Reserve, Intelijen, Pentagon, dan juga kontrol
media massa berada di bawah pengaruh mereka.
Untuk kasus agama, Yahudi demi menjalankan tujuannya tersebut mereka
akan sanggup untuk berubah menjadi Islam, berubah menjadi Kristen
atau agama apapun. Agama pihak lain adalah perlatan juga mbagi mereka.
Contoh yang paling dekat untuk kasus agama ini adalah Cohen, JIL
maupun Hasan Tiro. Cohen adalah nama Yahudi-nya Calvin, orang Yahudi
Inggris yang merubah doktrin Kristen dengan memisahkan agama dari
Gereja. JIL adalah kerjaan Yahudi melalui Asia Foundation. Hasan
Tiro adalah suami dari perempuan Yahudi yang telah ber-anakkan
Yahudi juga karena Yahudi beridentitas berdasarkan garis ibu. Anak
ini adalah putra mahkota Aceh di masa depan yang disiapkan Yahudi.
Intelijen sebagai Kekuatan
Yahudi merupakan bangsa yang senang berperang, seperti Kurdi juga.
Bagi mereka perang adalah ibarat permainan, bahkan antar kelompok
di dalam mereka sendiri-pun mereka bisa melakukan perang. Dalam
menjalankan kegiatan lapangannya, mereka menggunakan operasi perang
Intelijen. Operasi adu kecerdasan dan adu kesadisan serta samar-menyamar.
Menjadi prinsip bagi mereka bahwa dalam menjalankan tujuannya tersebut
orang lain diupayakan tidak dapat mengenal identitas mereka. Maka
dari itu mereka akan bermain dengan bungkus-bungkus yang sangat
samar. Mereka akan tampil selalu dibelakang layar.
Tanpa bantuan intelijen, tidak mungkin kerja Yahudi di seluruh dunia
akan berhasil. Operasi Intelijen inilah yang menjadi penentunya
karena intelijen bermain di wilayah keakuratan informasi, hal yang
sangat penting bagi sebuah keputusan. Jika informasi salah maka
keputusan-pun akan salah. Kerja Intelijen Yahudi bermain di Pentagon,
FBI, maupun CIA.
Hampir
kejatuhan setiap pemerintahan di dunia selalu dipengaruhi oleh CIA.
Termasuk
di Indonesia ketika penggulingan Soekarno dan kemungkinan ketika
penggulingan Soeharto. Dalam
perang dingin (Cold War) mereka-lah yang sangat banyak berperan.
Perang terhadap Islam dan Cina
Belakangan
ini perang yang mereka akan lakukan adalah perang dunia III.
Dalam tataran ideologi perang ini akan menghadapkan Israel dengan
Islam karena setelah Komunis runtuh dengan bubarnya Uni Soyet oleh
HAM dan Demokrasi, tinggal-lah Islam sebagai lawan. Sedangkan dalam
tataran strategis/taktis, dalam hal ini kepentingan economy bussiness,
mereka akan berhadapan dengan Cina. Pentagon
telah memberikan sinyal bahwa Cina memang menjadi target mereka.
Begitu
juga dengan Islam yang juga dijadikan target hingga sejak tahun
2000 pihak intelijen AS melakukan konsolidasi. Jika kedua hal
tersebut dapat mereka selesaikan, maka ide penyatuan dunia / globalisasi
yang mereka impikan tersebut akan terealisasi. Mereka
akan mewujudkan Tata Dunia Baru versi-Yahudi.
Islam oleh Yahudi dianggap mengganggu, selain karena alasan doktrin
agama juga karena Islam tidak ramah terhadap bisnis kapitalisme
mereka. Maka ia akan
berbenturan. Untuk itu Islam
harus disingkirkan lewat doktrin PD-III. Namun yang dimaksud
dengan disingkirkan bukanlah berarti semua orang-orang Islam akan
dibunuh ataupun tidak ada lagi orang diperbolehkan membaca buku-buku
Islam. Melainkan Yahudi akan merubah citra Islam seperti citra yang
mereka harapkan. Yahudi akan tampil dengan wajah Islam, ataupun
Yahudi akan menyusup ke dalam kehidupan Islam, dan nantinya dengan
menggunakan Islam sendiri tanpa disadari, akhirnya umat Islam berubah
arah seperti yang mereka harapkan. Bungkus Islamnya tidak perlu
diganggu, namun isi dari Islam itu sendiri yang akan mereka ubah.
Fakta Lapangan dari Perang terhadap Islam dan Cina
Karena fokus Yahudi sekarang ini adalah Islam dan Cina, maka setiap
gerakan internasional yang mereka lakukan adalah dalam rangka menundukkan
keduanya tersebut.
Beberapa kejadian seperti tragedi WTC, tragedi Bom Bali, Invasi
AS ke Afghanistan dan Iraq
juga tidak bisa dilepaskan dari bagian 2 rencana besar Yahudi tersebut.
Tetap saja Islam dan Cina adalah target utamanya.
Untuk memudahkan gerakan penghancuran tersebut, maka Yahudi merencanakan
untuk lebih berkonsentrasi ke Asia. Bahkan Yahudi juga merencanakan
untuk memindahkan kapital-nya dari AS ke Asia untuk mengepung Cina
dan menghabisi Islam. Dampak dari rencana keluarnya modal Yahudi
dari AS dapat dilihat dari mulai
hancurnya ekonomi AS. Dollar AS semakin turun dan akan turun
terus terhadap mata uang lainnya, khususnya terhadap Euro. Salah
satu wilayah di Asia yang menjadi primadona Yahudi adalah Indonesia
karena Indonesia memiliki hampir semua syarat perang yang dibutuhkan
Yahudi. Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar
di dunia, dan Indonesia (Cina Indonesia) merupakan Cina perantauan
terbanyak yang memberikan pemasukan dana pembangunan bagi RRC.
Untuk semua alasan itulah tragedi WTC, tragedi Bom Bali, invasi
terhadap Afghanistan dan perang terhadap Iraq dll tersebut diadakan.
Munculnya penyakit SARS di Guangdong Cina pada 20-an/3/2003 dengan
dampak yang dahsyat seperti dulu layaknya penyakit Sampar, akan
sangat banyak menewaskan manusia dan sulit untuk diidentifikasi
sebab-sebab serta cara pengobatannya. Dicurigai penyakit ini merupakan
bioterorisme yang dimunculkan Yahudi untuk beberapa tujuan, antara
lain
1. Merupakan Isu politik-ekonomi
2. Untuk mengalihkan perhatian dunia dari perang Iraq (mulai perang
pada 18/3/2003 sementara SARS muncul pada 20-an Maret 2003)
3. Untuk
memperburuk citra dan kinerja ekonomi kelompok bisnis RRC yakni
Taiwan-Hongkong-Singapore.
<Strategi
Yahudi di Balik Perang Iraq >
|