Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
AS (Kapitalis Jews) vs RRC (Kapitalis Cina)


AS vs RRC

Perang Strategis (bisnis) AS vs RRC
Untuk memudahkan membaca peta skenario global, kami memberikan penekanan bahwa uang masih menjadi faktor paling dominan dalam menentukan arah pergerakan segala kepentingan manusia. Sehingga segala pergerakan kepentingan tersebut tidak akan pernah terlepas dari dua buah kutub pergerakan uang. Pergerakan uang identik dengan pergerakan bisnis. Kedua kutub pergerakan bisnis dunia saat ini dikuasai oleh kutub RRC dan kutub AS.
Blok Amerika (yang digerakkan oleh Yahudi) merupakan keluarga Anglo-Saxon yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Australia. Pengikutnya adalah Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait dan beberapa bekas jajahan Inggris Raya. Sedangkan blok RRC merupakan blok yang berkumpul secara taktis saja oleh karena keterdesakan dari blok Amerika.
Blok RRC terdiri dari Rusia (yang dikalahkan AS lewat isu HAM dan Demokrasi dengan pecahnya Uni Soviet), Jerman (dengan bekas kejayaan Prusia dan Hitler-nya), Perancis (dengan bekas kejayaan Napoleon Bonaparte-nya). Pengikutnya adalah Iraq (yang baru diserang AS dan sekutunya), Iran dan Suriah (yang sebentar lagi juga akan diserang AS), serta beberapa negara ras-Cina lainnya. Untuk mudahnya, dapat dilihat dari pengelompokan dalam menyikapi invasi AS ke Iraq kemarin.
Khusus untuk RRC, pengikutnya masih ditambah lagi dengan para Cina perantauan yang ada di seluruh dunia, salah satu yang paling aktif membantu Cina Daratan (RRC) ada di Indonesia.

Perang yang Kami Maksudkan

Perang yang dimaksud di sini adalah perang pengaruh (hegemoni), perang bisnis, perang militer bahkan nantinya hingga kepada perang untuk penguasaan wilayah secara fisik. AS dkk dalam hal ini Yahudi-nya bermimpi ingin menjadikan dunia dibawah 1(satu) atap pemerintahan, sehingga keluarlah ide Globalisasi.
Untuk skala dunia, dalam melihat perang ini, Pentagon sudah memberikan sinyal bahwa Asia khusunya Cina adalah target utama mereka. Dalam menjalankan rencana terhadap RRC ini mereka memakai isu terorisme dan kepemilikan senjata pemusnah massal. Isu yang sebenarnya hanyalah alasan kosong yang mereka rekayasa sendiri.
Wujud kongkrit-nya silahkan perhatikan bagaimana AS (sebagai perpanjangan tangan Yahudi) mengepung Cina dari Selatan, Barat dan Timur. Untuk itu daerah-daerah sekitar Asia Barat dan Asia Tenggara akan tetap dijadikan daerah konflik dan teror seperti adanya GAM, adanya MILF pemboman Bali, pemboman di Philipina, perang Iraq, Pemboman Ryadh, Teror Bom di Malaysia dll. Pengepungan Cina dari Barat mereka lakukan dengan mengambil Afghanistan, kemudian Iraq, setelah itu akan menyusul Suriah dan Iran. Khusus untuk rencana penyerangan Iran dan Suriah, AS menempatkan seorang Kepala Pemerintahan sementara di Iraq yang bernama Lewis Paul Bremer III. Ia adalah bekas duta besar keliling untuk pemberantasan terorisme dan berpandangan bahwa Iran dan Suriah jauh lebih berbahaya daripada Iraq dalam hal potensi terorismenya. Ia adalah orang-nya Bush yang lebih menjadi kaki-tangan-nya intelektual Yahudi, Henry Kissinger. Ia pernah menjadi Manajer Umum di Kissinger Associates Inc. (Sumber : Majalah Tempo edisi 12-18 Mei 2003 hal 134)
Dari Selatan dengan bantuan Australia, mereka masuk melalui Indonesia dan Philipina. Lihat saja bagaimana mereka menguasai Timor-Timur (Timor Timur lepas dari RI) dan menguasai Aceh (melalui Henry Dunand Centre). Kemudian mereka sudah memiliki pangkalan militer di Philipina. Pengepungan Cina dari Timur mereka masuk melalui Korea Selatan dan Jepang (pangkalan militer AS ada di kedua negara ini). Untuk pengepungan Cina dari Timur ini, mereka masih mempunyai kendala yakni Korea Utara. Maka dari itu Korea Utara mesti dibereskan terlebih dahulu.

Wujud Riil Perang (Bisnis) tersebut di Indonesia
Posisi Indonesia dalam perang strategis ini adalah berada dalam lintasan perang. Dengan kata lain lokasi perang tersebut juga sedang dan akan terus berlangsung di Indonesia. Namun dasar Indonesia, karena keluguan atau kebodohannya, maka terlupakannya-lah atau dilupakanya-lah hal penting tersebut.
Sampai saat ini peran Indonesia selalu menjadi alat saja dari perang tersebut. Terkadang ia dipakai oleh "Cina" terkadang ia dipakai oleh "Amerika".
Secara kasat mata dan sudah menjadi rahasia umum kita melihat bagaimana pejabat Indonesia (Presiden/Menteri/Kejaksaan/Kehakiman/DPR/DPRD/Gubernur/Bupati/ Walikota/Militer/Polisi) yang selalu silih berganti di-back-up (di-suap) oleh kepentingan bisnis AS maupun Cina di Indonesia.
Aturan dan kebijakan merupakan pesanan pemilik modal, bahkan kekuatan keamanan maupun pertahanan juga berdasarkan pesanan pemilik modal. Rakyat dan kepentingan rakyat tidak dianggap sama sekali selain sebagai alat legitimasi melalui pemilu saja.
Dari kelompok Cina, para pemain besarnya antara lain Om Liem, Eka Cipta, Ciputra, Mochtar Riyadi, Bob Hasan dll dengan Kerajaan Bisnis mereka masing-masing seperti Gudang Garam, HM Sampoerna, Indofood, Maspion, Mayora, PT Kalimanis Plywood, Bank Danamon, Lippo Group, Gajah Tunggal, Tiga Roda, Sinar Mas. Selain itu juga ada Tommy Winata, Cina asal Medan yang menjadi bos-mafioso di Jakarta dengan Kerajaan Kapal dan Kerajaan Judi-nya.
Sementara dari kelompok Yahudi (Amerika dll) hadir pula Freeport, TOTAL, Exxon Mobile, Caltex, ABN AMRO Bank, Standard Chartered Bank, City Bank, ICI, Halliburton, British Petroleum.. Pemain dalam bisnis besar Yahudi ini sangat sulit untuk diketahui individunya.

Beberapa bentuk nyata dari kebijakan tingkat negara yang di-intervensi oleh kekuatan pemilik modal (sekaligus dalam rangka perang AS vs RRC tersebut) dan akhirnya dapat berlaku di Indonesia adalah penggulingan Soeharto dan pelaksanaan Otonomi Daerah.
Untuk penjelasan lengkapnya, silahkan lihat "Jatuhnya Soeharto" dan "Otonomi Daerah".

kembali ke halaman utama

© 2002-2003
Presidium Mahasiswa & Pemuda Indonesia