|
Ini terjadi akibat ulah pemimpin-pemimpin kita, baik
yang umara maupun yang ulama.
Kami berharap Aa mau membantu kami dan ikut bersama dalam berjuang
untuk Indonesia. Saat ini Aa adalah orang yang paling banyak bisa
mengumpulkan massa dengan kesadaran dan kebutuhan masing-masing,
tidak melalui paksaan. Masyarakat yang sakit oleh modernitas dan
materialisme memang sangat membutuhkan wejangan-wejangan bahasa
hati yang Aa sampaikan. Namun solusi Indonesia terkini menurut kami
mesti lebih dari sekedar bahasa hati karena dalam waktu dekat ini
kita tidak lagi akan dikondisikan pihak asing melalui beban-beban
psikologis, namun lebih parah dari itu. Simulasi skala mikro oleh
militer di Aceh yang berhasil mendudukkan militer menjadi penguasa
akan diterapkan juga dalam skala makro-nya yakni seluruh Indonesia.
Proses ini sedang dan akan terus berjalan. Yahudi memaksa untuk
terjadi demikian. Islam juga menjadi target lho Aa! Islam Indonesia
juga dalam bahaya. Sumber intelijen kami mengatakan demikian. Kami
minta tolong Aa bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang kondisi
Indonesia hari ini dan masa depan Indonesia agar masyarakat tersebar
memiliki persiapan untuk melakukan antisipasi.
Pemilu 2004 tidak akan terjadi Aa. Itu hanya sekedar isu. Aa jangan
terpancing dengan isu itu, apalagi sampai mau menerima tawaran capres-capres-an
itu. Aa jangan sampai masuk ke wilayah politik, karena nanti akan
jadi seperti KH Zainuddin MZ ataupun Nurcholis Madjid yang menjadi
korban operasi intelijen asing di Indonesia. Lewat kerjaan militer
ini semua dilakukan.
Kami masih yakin Aa masih berada di garis yang benar. Aa tetap berusaha
mendidik rakyat lewat pengendalian diri dan pemurnian niat di hati.
Tapi kami butuh Aa lebih dari itu. Kami butuh bahasa pengarahanmu
yang lebih taktis, bahasa yang lebih strategis untuk praksis. Masa
kita sekarang untuk bertindak, tidak lagi menunggu. Penentuan nasib
ada di pertengahan bulan Juli 2003 ini. Jika terlewatkan moment
tersebut, militer (sebagai kaki tangan asing) akan menentukan sejarah
kebrutalan tak berperikemanusiaan Indonesia.
|