Untuk Uda Faisal Basri
Mungkin
indikator ekonomi makro Indonesia belum begitu jelas meng-indikasikan
kemungkinan kemarahan publik atas kinerja pemerintahan saat ini.
Jika indikasinya di level ekonomi mikro, kami pikir hal itu sudah
lama menunjukkan kegagalam pemerintah. Namun karena uang memang
lebih banyak berputar di level makro, terutama di lantai bursa,
maka pihak kapitalis Indonesia saja yang belum menunjukkan ketidakcocokan
yang massif terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Namun setelah
"perang-perang-an" TNI-GAM terjadi, kami yakin akan
berbeda kondisinya. Pasar mestinya akan merespon negatif dan seterusnya
sehingga pihak kapitalis-pun belakangan akan ikut mendukung rencana
penggulingan Mega-Hamzah ini. Begitulah analisis kami Uda Faisal.
Uda mestinya lebih paham. Mungkin kami salah.
Kami berharap bantuan Uda untuk melihat kemungkinan Kapitalisasi
Indonesia dalam skala yang lebih besar dari apa yang pernah terjadi
hingga saat ini. Salah satu yang paling dahsyat adalah rencana
para kapitalis ini untuk masuk ke sektor riil, dimana rakyat
selama ini selalu termiskinkan secara struktural. Rencana kapitalisasi
sektor riil ini nampaknya didukung oleh beberapa kawan Uda di
FIB (Forum Indonesia Bangkit) maupun juga Kadin serta pengganti
IMF nantinya. Aturan yang sempat kami identifikasi menuju proses
Kapitalisasi Total ini adalah sistem SI-PUK/SI-LMUK
yang dikeluarkan oleh BI (Bank Indonesia). Sistem ini menawarkan
Pola Kemitraan
Terpadu. Bungkusnya saja Kemitraan, namun isinya adalah Pengambil-alihan.
Tolong Uda Faisal bantu kami mengevaluasi analisis Ekonomi yang
sempat kami lakukan.
Kami butuh ekonom yang murni berjuang untuk rakyat dan berani
menyatakan kebenaran seperti Uda.