Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
 
  KAMI PERSEMBAHKAN UNTUK INDONESIA
ARTIKEL LAIN
Presidium Mahasiswa Pemuda Vs Presidium Sipil-Militer (versi militer)
Sistem Negara yang Berlaku Sekarang sebagai Akar Masalah sehingga Kedaulatan Partai-lah yang terwujud, bukan Kedaulatan Rakyat
Sistem Negara Baru sebagai Tawaran Solusi untuk Kedaulatan Rakyat
Proklamasi II Untuk Mahasiswa/ Pemuda
Simulasi Kuasa Tentara Skala Mikro di Aceh
Dokumen keterlibatan CIA dan AD dalam penggulingan Soekarno
Untuk kawan-kawan Tentara dan Polisi
Utk Pemimpin Islam
(Bos PKS-KAMMI-HMI)
Untuk Abang Iwan Fals dan Akang Bimbo
Untuk Mas WS Rendra dan Mas Sudjiwo Tedjo
Untuk Uda Faisal Basri
Untuk AA GYM


Melalui situs ini kami ingin menjelaskan beberapa potensi-potensi yang kemungkinan dapat terjadi di Indonesia berdasarkan analisa yang didapatkan melalui beberapa fakta lapangan yang dimuat di media massa. Beberapa potensi tersebut adalah :
1. Disintegrasi Indonesia. Ketidakpuasan Daerah thd Pusat semakin menjadi-jadi. Pusat tidak paham masalah di daerah, namun memaksa memberikan solusi. Namun dengan banyaknya bantuan dana Internasional (USAID, UNDP dll) diharapkan dapat meredem gejolak daerah tersebut. AS (Yahudi) sangat berkepentingan untuk mencegah disintegrasi tersebut.
2. Kerusuhan Massal di Indonesia. Kemiskinan struktural yang terus berlangsung dan faktor "tidak bersahabatnya" alam yang tidak mampu ditangani pemerintah (seperti kekeringan dll) akan sampai kepada batas perut-rakyat mampu mentoleransi. Setelah itu Kemarahan-massal yang akan muncul. Kelanjutannya adalah kriminalitas. Ketika menjadi massal dan disorder maka Kerusuhan yang akan terjadi.
3. Kemungkinan tidak berlangsungnya Pemilu 2004. Hal ini dapat dilihat dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kesiapan teknis di dalam kepanitian Pemilu yang sangat terburu-buru, sementara faktor eksternal yakni dukungan psikologis masyarakat terhadap partai yang semakin menurun seiring dengan kinerja pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat. Jikapun Pemilu berlangsung, akan sangat sensitif terhadap kegoncangan di kalangan elit politik yang juga berimplikasi terhadap kegoncangan di Grass Root. Pihak TNI (khususnya AD dan AU) juga tidak berharap Pemilu 2004 dapat berlangsung karena kekecewaan mereka kepad para politisi sipil yang korup dan memojokkan mereka lewat kasus pelanggaran HAM berat. Mahasiswa dan Pemuda akan menjadi sangat signifikan dalam posisi TNI yang demikian.
4. Darurat Sipil di Indonesia. Pasca-Aceh, Darurat Sipil mungkin akan melanda Jakarta. Pemboman Kedubes Filipina, Gedung PBB di Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, Gedung MPR/DPR hingga Hotel JW Marriot dan beberapa bom lain nantinya khususnya di Jakarta adalah "kata pengantarnya". FKS (Forum Kajian Strategis) di Jakarta yang merupakan bentukan Sutiyoso untuk menteror / meng-inteli masyarakat (jakarta khususnya) adalah "kata pengantar-Jakarta" lainnya. RUU KCPN (Komponen Cadangan Pertahanan Negara) adalah "payung hukum" yang telah disiapkan oleh AS melaluiTNI untuk kondisi darurat tersebut. Hal ini juga berarti akan kembalinya Militer dalam politik Indonesia.
5. Mahasiswa dan Pemuda Indonesia menjadi tumpuan satu-satunya bagi perbaikan Indonesia.
Kami mahasiswa dan pemuda masih jujur dan idealis tidak demikian dengan yang pihak lain. Semua pihak selain mahasiswa dan pemuda telah terbukti sangat handal dalam korupsi dan kolusi, sementara kami tidak demikian.

(Lihat skenario jelasnya)

<Detail Dokumen>






Dalam Analisa ini, kami merujuk kepada fakta-fakta lapangan yang muncul secara gradual berdasarkan tulisan-tulisan intelektual idealis serta informasi dari relasi-relasi terpercaya, dan juga dari berbagai media massa dalam dan luar negeri. Kami menyadari kekurangnya. Maka dari itu itu kami memohon bantuan siapapun anda yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik. Bantu kami dalam mempertajam analisa ini khususnya terhadap pola gerak konspirasi asing berdasarkan 2 dimensi. Dimensi pertama adalah dimensi subjek kajian (misal ekonomi, politik, hankam dan internasional). Sedangkan dimensi kedua adalah dimensi waktu. Untuk membantu dimensi waktu ini kami sengaja membuat judul file koran yang kami rujuk berdasarkan tanggal koran tersebut terbit. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih. Semoga Indonesia kita dapat berjaya! Merdeka!
 
© 2002-2003
Presidium Mahasiswa & Pemuda Indonesia